[email protected]

(+62) 361 9082983

Fase 2, Ember Keluarga Telah Menjangkau 663 Keluarga di Lombok Utara

Hari Sabtu (8/9) lalu, Yayasan IDEP telah mendistribusikan Ember Keluarga dan paket bantuan lain (persediaan makanan-minuman, perlengkapan shelter dan penyaring air bersih) kepada 663 keluarga (kira-kira 2.652 jiwa) yang tersebar di 3 posko pengungsian Lombok Utara. Butuh waktu dari pagi hingga malam untuk merampungkan seluruh proses distribusi itu.

 

Sebuah keluarga tampak tersenyum ketika membuka isi Ember Keluarga (Foto: Edward Angimoy)

 

Lokasi pertama yang dituju adalah Dusun Bentek, Kecamatan Pemenang. Ada 250 keluarga di sini. Umumnya, mereka tinggal di sejumlah tenda dan pondok yang dibangun dari sisa-sisa rumah yang telah hancur.

 

Distribusi kedua berlangsung di Dusun Sambik Jengkel Parigi, Kecamatan Kayangan. Sebanyak 188 keluarga menghuni dusun ini. Kebanyakan dari mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian yang agak terpusat di tengah-tengah dusun. Sebagian kecil memilih mendirikan pondok hunian sementara di sekitar lokasi rumah mereka yang telah roboh. Sama seperti di Bentek, bahannya juga diambil dari puing-puing rumah tersebut. Dusun ini dulunya merupakan salah satu wilayah penghasil komoditas (seperti jagung, cabai, kacang-kacangan dan lain sebagainya) yang dikelilingi begitu banyak kebun di sepanjang jalan utama. Namun sejak gempa mengguncang, kebun-kebun tersebut menjadi gersang karena bendungan dan saluran irigasi tempat sumber air berasal telah rusak dan ditutupi longsor akibat gempa.

 

Lepas dari dua dusun itu, distribusi ketiga dilakukan di Dusun Dompo Indah yang juga berada dalam cakupan Kecamatan Kayangan. Dusun ini letaknya bertetangga dengan Sambik Jengkel. Ada 215 keluarga di sini. Jika dibandingkan dengan dua dusun sebelumnya, maka jumlah korban meninggal di Dompo Indah adalah yang terbanyak, 16 orang.

 

Seorang bapak tampak sedang memikul Ember Keluarga menuju rumahnya yang telah ambruk (Foto: Edward Angimoy)

 

Secara kasat mata, hampir semua rumah dan bangungan yang ada di 3 dusun ini telah ambruk dihantam gempa bumi 7 SR pada 5 Agustus lalu. Karena alasan keamanan dan trauma yang masih membekas, ribuan orang di tiga dusun ini terpaksa mengungsi ke tenda-tenda dan pondok darurat untuk menghindari gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja. Namun sayangnya, kondisi hidup di pengungsian untuk jangka waktu yang tidak menentu itu begitu terbatas, mulai dari kurangnya persediaan makanan, air bersih, keperluan sanitasi, kebutuhan bayi, perlengkapan shelter hingga ke ketiadaan listrik untuk penerangan.

 

Inilah yang membuat para pengungsi tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada para donatur, pendukung dan semua yang telah membantu hingga seluruh bantuan tadi dapat mereka terima.

 

Seorang dokter dari Yayasan Bumi Sehat sedang melakukan pemeriksaan kesehatan (Foto: Edward Angimoy)

 

Psikolog dari Yayasan Pulih sedang menggelar permainan bagi anak-anak di pengungsian (Foto: Edward Angimoy)

 

Pada saat yang sama ketika distribusi dilangsungkan, dua mitra kami juga menggelar aneka aktivitas penting lainnya; Yayasan Bumi Sehat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan sementara itu Yayasan Pulih menjalankan serangkaian pendampingan psikologis bagi anak-anak di setiap posko pengungsian. (Ed)

 

*) Kunjungi Facebook Yayasan IDEP untuk melihat lebih banyak foto.

 

 
 
 

Berlangganan Buletin IDEP

Berikan bantuan yang akan merubah hidup. 100% mendanai proyek amal.

 

 

IDEP Foundation | Helping People to Help Themselves

IDEP Foundation | Yayasan IDEP Selaras Alam
Membantu Masyarakat Mandiri
Br. Medahan, Desa Kemenuh, Sukawati
Gianyar - Bali
Telp. +62 361 9082983

 

IDEP di Instagram