[email protected]

(+62) 361 9082983

Kursus Desain Permakultur dengan Konsep Kolaborasi

Pada tanggal 1-13 Juli 2019 lalu, IDEP kembali mengadakan Pelatihan Desain Permakultur. Berbeda dari biasanya, pelatihan ini digagas dengan konsep kolaborasi. Biasanya, pelatihan serupa digelar IDEP dengan hanya melibatkan pelatih dari internal IDEP. Tempat pelatihannya pun hanya dipusatkan di IDEP. Namun kali ini, IDEP berkolaborasi dengan tiga organisasi sekaligus, yakni Tri Hita Karana Bali, Yayasan Emas Hitam Indonesia, dan Kw Kreasi. Sama seperti IDEP, ketiganya juga merupakan organisasi yang menerapkan permakultur dalam kerja-kerjanya. Dengan konsep kolaborasi tersebut, tiap organisasi menyumbang pelatihnya masing-masing. Lokasi pelatihan pun berpindah dari satu organisasi ke organisasi lain.

 

 

Para partisipan dan pelatih berfoto bersama sebelum mengakhiri kursus (Foto: IDEP)

 

Sebelumnya, konsep ini sudah berhasil diujicoba pada Pelatihan Pengantar Permakultur tahun lalu. Dengan kolaborasi ini, para partisipan mendapatkan pengalaman belajar yang selalu baru. Suasana belajar pun menjadi lebih segar dan tidak membosankan. Selain itu, kekayaan pengalaman para pelatih yang berbeda-beda juga semakin menambah luas dan tajam proses diskusi.

 

Bermain peran tentang pentingnya mengatur sirkulasi udara di antara tanaman yang ada di kebun (Foto: IDEP)

 

Para pelatih yang terlibat kali ini adalah Sayu Komang dan Wayan Suartana (IDEP), Chakra Widia (Tri Hita Karana Bali), Kadek Suardika dan Silvina Miguel (Yayasan Emas Hitam Indonesia), dan Krisna Waworuntu (Kw Kreasi). Tidak hanya pelatih yang beragam, partisipannya pun demikian. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Ada petani, peternak, pendamping desa. Ketujuhnya berasal dari Paiton (Jawa Timur) dan Wonosobo (Jawa Tengah). Selepas pelatihan, mereka diharapkan dapat membantu masyarakat di tempat masing-masing untuk menerapkan permakultur sebagai sistem pertanian dan cara hidup yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Minggu Pertama

 

Pada minggu pertama, materi pelatihan difokuskan pada pengenalan terhadap permakultur dan komponen-komponen dasar yang melandasinya. Misalnya, tentang prinsip dan etika permakultur serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Bertolak dari situ, para partisipan kemudian diajak untuk belajar memahami pentingnya desain dalam permakultur. Itu dilakukan dengan membuat peta zonasi pengelolaan dan pemanfaatan berdasarkan kebutuhan, baik bagi manusia maupun bagi alam. Ada lima zona yang dipetakan dalam permakultur. Itu dimulai dari rumah tangga hingga ke zona yang lebih besar seperti hutan liar.

 

Selanjutnya, para partisipan diajak untuk mengenal komponen-komponen lain seperti rehabilitasi tanah, pembuatan kompos, desain rumah, manajemen air, dan pengelolaan limbah. Itu semua adalah bagian yang saling terintegrasi dalam rangka mewujudkan sistem pertanian dan cara hidup yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Minggu pertama kemudian ditutup dengan mater dan praktik tentang kedaulatan benih. Kedaulatan benih meliputi proses pembenihan yang menghasilkan benih sehat dan berkualitas secara mandiri, penyimpanannya yang terawat di bank benih, dan sekaligus pencatatan. Dengan berdaulat atas benih, para partisipan dan komunitasnya dapat menghasilkan makanan sehat secara berkelanjutan.

 

Salah satu partisipan memberikan penjelasan tentang rencana peta zonasi permakultur di desanya (Foto: IDEP)

 

Partisipan diajak pelatih Kadek Suardika (kiri memegang kayu) untuk coba mencacah sampah organik untuk membuat kompos (Foto: IDEP)

 

Partisipan diajak belajar sistem pengairan subak sambil berkunjung ke Pura Tirta Tawar, Desa Pakraman Petulu (Foto: IDEP)

 

Pelatih Sayu Komang (paling kiri) sedang menjelaskan tentang konsep desain rumah dalam permakultur (Foto: IDEP)

 

Pelatih Wayan Suartana (bertopi biru, paling kanan) mengajak partisipan untuk mencoba langkah-langkah pembenihan berdasarkan jenis tanaman (Foto: IDEP)

 

Minggu Kedua

 

Di minggu kedua, para partisipan diajak untuk belajar mengimplementasikan sistem pertanian berkelanjutan yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan memiliki fungsi sosial-ekonomi yang baik. Ini meliputi proses pembibitan dan pemeliharaan tanaman, desain kebun, penanggulangan hama terpadu, pengelolaan agroforestri, sistem pemeliharaan ternak yang terintegrasi dengan kebun dan rumah tangga, budidaya lebah, serta penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung kebutuhan rumah tangga tanpa merusak alam.

 

Belajar mempersiapkan bedengan berdasarkan desain kebun (Foto: IDEP)

 

Persiapan membuat banana pit sebagai cara mudah, praktis, dan multifungsi untuk membuat kompos (Foto: IDEP)

 

Pelatih Krisna Waworuntu (kiri) mempraktikkan cara mengendalikan hama di kebun sesuai dengan prinsip keberlanjutan dalam permakultur (Foto: IDEP)

 

Pada salah satu sesi, para partisipan diajak mengunjungi Black Soldier Flies Farm di Baturiti, Tabanan, untuk melakukan beberapa praktik teknologi tepat guna. Salah satunya, seperti tampak dalam foto, adalah membuat filter air seperti yang pelatih Chakra Widia (baju abu-abu) tunjukkan kepada partisipan (Foto: IDEP)

 

Partisipan mempelajari cara budidaya lebah sebab lebah adalah salah satu elemen paling penting dalam proses penyerbukan (Foto: IDEP)

 

Salah satu desain permakultur yang dibuat partisipan dalam bentuk maket 3D. Maket ini kemudian didiskusikan secara bersama-sama. (Foto: IDEP).

 

Di akhir pelatihan, para partisipan diminta untuk membuat maket tiga dimensi untuk desain permakultur yang ingin mereka terapkan di tempat asal masing-masing. Maket-maket itu kemudian dipresentasikan dan didiskusikan secara bersama-sama. Dengan begitu, para partisipan diharapkan telah memiliki gambaran dan rencana yang lebih konkret untuk  menerapkan permakultur di komunitas masing-masing sekembalinya dari pelatihan ini. (Fit/Ed)

 

 

 

 
 
 

Berlangganan Buletin IDEP

Berikan bantuan yang akan merubah hidup. 100% mendanai proyek amal.

 

 

IDEP Foundation | Helping People to Help Themselves

IDEP Foundation | Yayasan IDEP Selaras Alam
Membantu Masyarakat Mandiri
Br. Medahan, Desa Kemenuh, Sukawati
Gianyar - Bali
Telp. +62 361 9082983

 

 

 

IDEP di Instagram