|
|
 |
 |
| Mitra IDEP > Lokal > Yayasan Crisis Care |
|
|

|
| Tentang Crisis Care Foundation |
 |
| Yayasan Crisis Care mengoperasikan sebuah klinik kecil di dusun Lebah, Kaliasem (dekat Lovina), di Bali Utara. Klinik ini melayani kebutuhan pelayanan medis secara gratis untuk orang-orang miskin di Bali Utara. Klinik ini dikelola oleh ‘Mama Gloria’, yang telah mendedikasikan pengetahuan dan waktunya untuk membantu masyarakat setempat selama hampir 8 tahun. Yayasan ini memiliki seorang dokter yang bisa dipanggil pada saat diperlukan dan sejak bulan Oktober 2004 telah memiliki seorang residen dokter tetap. Juga seorang bidan Bali yang mendampingi pasien yang melahirkan dan melayani perawatan pre dan post natal untuk ratusan wanita setempat. Trauma dan dukungan konseling juga tersedia dari seorang petugas sosial lokal yang bekerja dengan klinik ini. Disamping itu juga yayasan ini mengerjakan seorang perawat yang terlatih untuk membantu tugas-tugasnya.
Pelayanan luar termasuk kunjungan ke rumah-rumah bagi orang-orang yang tidak bisa datang ke klinik, program dukungan sekolah, bimbingan konseling AIDS, bantuan darurat untuk bencana seperti Bali Bom, tanah longsor, kebakaran, banjir dan kecelakaan lalu-lintas, konseling untuk kebutuhan sosial, penampungan, dukungan keluarga, pelecehan anak-anak, penyediaan kebutuhan peralatan medis untuk klinik-klinik lain dan hubungan dengan pemerintah dan non-pemerintah pada waktu diperlukan.
Crisis Care mempunyai hubungan baik dengan PUSKESMAS pemerintah yang stafnya sering datang ke klinik untuk menawarkan dukungan dan menggunakan ambulans mereka pada waktu diperlukan. Banyak departemen pemerintahan mendukung kegiatan yang mulia yang mereka laksanakan ini.
Yayasan Crisis Care sangat membutuhkan bantuan dana untuk membeli kebutuhan obat-obatan dan membayar gaji dokter dan staff yang berkelanjutan. Silakan menghubungi yayasan ini atau Yayasan IDEP apabila Anda berkeinginan untuk membantu pelayanan yang mulia ini.
|
 |
| Daftar Kebutuhan Yang Mendesak Yayasan Crisis Care |
|
 |
| Karena Yayasan Crisis Care melakukan semua pelayanannya dengan cuma-cuma, maka tantangan yang paling besar yang mereka hadapi adalah dana untuk menutupi kebutuhan pengeluaran tetap dalam menjaga kelancaran proyek ini.
Yayasan IDEP sedang mengusahakan untuk membangkitkan kesadaran dan dukungan untuk kegiatan yayasan ini supaya mereka bisa terus berkonsentrasi pada pelayanan penting ini. Kebutuhan biaya pengeluaran tetap untuk menjalankan klinik ini adalah Rp 7.500.000,-(US$ 850) sebulan. Sampai sekarang kami sudah menerima Rp 2.000.000,- (US$ 225) sebulan, dan masih memerlukan Rp 5.500.000,- (US$ 625) setiap bulan untuk menutupi kebutuhan ini. Apabila Anda berkeinginan untuk membantu, silakan hubungi kami untuk detil yang lebih lengkap atau pergi ke halaman donasi kami untuk memberi sumbangan Anda.
Daftar berikut adalah kebutuhan artikel yang mendesak untuk perkembangan pusat masyarakat di sana. Apabila Anda berkeinginan untuk membantu, silakan menghubungi kami atau menyumbang sekarang juga. Terima kasih atas dukungan yang Anda bisa berikan
|
 |
| Keterangan |
Dalam Rupiah |
Dalam US$ |
 |
|
|
| Bahan bangunan dan penyelesaian |
Rp 15,000,000 |
$ 1,667 |
| Bahan atap |
Rp 3,000,000 |
$ 333 |
| Ongkos kerja untuk atap |
Rp 2,500,000 |
$ 278 |
| Sambungan listrik |
Rp 1,500,000 |
$ 167 |
| Instalasi listrik dan bahan keperluan |
Rp 2,000,000 |
$ 222 |
| Sambungan air |
Rp 1,000,000 |
$ 111 |
| Ongkos pemasangan pipa air |
Rp 2,000,000 |
$ 222 |
| Bahan keperluan pipa air |
Rp 1,000,000 |
$ 111 |
| Kamar mandi |
Rp 1,000,000 |
$ 111 |
| Pemasangan telepon |
Rp 2,500,000 |
$ 278 |
| IDEP CCF Program manager |
Rp 4,000,000 |
$ 444 |
| Dokumentasi |
Rp 2,000,000 |
$ 222 |
| Laporan |
Rp 1,000,000 |
$ 111 |
| Ongkos administrasi / pemeriksaan |
Rp 1,000,000 |
$ 111 |
| Biaya komunikasi |
Rp 2,000,000 |
$ 222 |
| Ongkos transportasi |
Rp 2,000,000 |
$ 222 |
 |
|
|
| Jumlah yang diperlukan : |
Rp 43,500,000 |
$ 4,833 |
| |
|
|
|
 |
| Kebun Dapur untuk Masyarakat |
|
 |
| Pada tahun 2001, Yayasan Crisis Care membeli sebidang tanah dengan maksud untuk membangun sebuah pusat dimana masyarakat setempat bisa bertemu untuk mengadakan lokakarya dan mendapatkan pelatihan tentang kepandaian baru.
Dana untuk program pilot ini sudah didapat untuk memulai pembangunannya. Namun, untuk penyelesaian atap dan bahan-bahan lain, masih diperlukan lebih banyak dana.
Kreasi Kebun Dapur adalah rencana untuk 5 tahun; proyek ini akan disesuaikan dengan kebutuhan keluarga yang tinggal di wilayah ini yang berjumlah sekitar 8.000 orang.
CCF percaya bahwa kaum perempuan adalah kunci dalam mengembalikan kepandaian berkebun yang sangat dibutuhkan ini, dan untuk mewariskan pengetahuan ini kepada anak-anak mereka. Sebagai pilot awal CCF ingin mengembangkan kebun obat-obatan, dengan menanam tanaman lokal yang dulu dilakukan oleh orang Bali. Pengetahuan tentang cara penggunaan tanaman sebagai obat tradisional ini akan menjadi sumber daya yang berharga untuk masyarakat setempat.
Crisis Care telah menentukan kurang-lebih 6,5 are dari lahan yang tersedia untuk digunakan sebagai kebun sayur bagi keluarga-keluarga miskin yang tidak mempunyai lahan untuk bercocok-tanam di wilayah ini. Lahan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian dan setiap keluarga akan dianjurkan untuk menanam sayuran yang sesuai dengan keperluan gizi keluarga. Setelah kebun ini berkembang, kelebihan sayur-sayuran ini juga akan digunakan untuk ‘dapur sup’ setempat sebagai makanan tambahan anak-anak di masyarakat ini yang sekarang banyak mengalami kekurangan gizi dan vitamin.
|
 |
|
 |
| Untuk keterangan lebih lanjut lihat:http://balicrisiscare.org |
| |
| |
| • kembali ke atas • |
|
 |
| |
|
|
|
 |
 |
 |
| |
|
klik pada "Galeri Foto" tombol di atas untuk melihat galeri foto
|
|
Thn 2000 CCF
membantu pengungsi Bali dari Timor Leste
|
|
Pendiri dan direktur
CCF dengan anak
angkatnya
|
|
Dokter di CCF
membantu orang yang tidak mampu
|
|
pasien CCF termasuk orang-orang yang
menderita TBC berat
|
|
|
korban tanah longsor datang ke CCF untuk perawatan
|
|
|
Klinik CCF yg sederhana ini dibangun atas sumbangan yang diterima
|
|
|
Pasien CCF termasuk orang-orang yang kekurangan gizi
|
|
|
Sumbangan diberikan kepada orang yang harus berjalan jauh
|
|
Karyawan yang
berdedikasi adalah pahlawan Bali
|
|
|
|
|
|