 |
| Koperasi Usaha Kecil (Mikro) untuk Ibu-ibu |
|
 |
| Setelah tragedi bom Bali tahun 2002 terjadi dampak ekonomi akibat dari menurunnya pariwisata di Bali. Dalam tanggapannya Yayasan IDEP memulai sebuah program yang mendukung perkembangan masyarakat berbasis usaha perempuan. Program ini termasuk program pendanaan tahap mikro, mengurangi kemiskinan dengan meningkatkan mata pencaharian dan peluang pekerjaan untuk kaum wanita yang hidup di beberapa daerah pertanian miskin di Bali. Penempatan pinjaman diberikan kepada kelompok kerja wanita (rata-rata 15-30 orang wanita dalam setiap kelompok) dalam bentuk peralatan proses dan produksi serta pelatihan teknik dan pemasaran. Dalam beberapa kasus modal bibit juga disediakan. Berkat dukungan dari seluruh dunia kami bisa meluncurkan 6 koperasi (lihat rinciannya di bawah), yang telah meningkatkan pendapatan lebih dari 150 wanita setempat dalam menghidupi keluarganya. |
 |
|
 |
| Bagaimana Program Ini Bekerja |
 |
| Peserta koperasi memilih jenis program yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan sumber daya mereka. Usaha-usaha yang dipilih oleh kaum wanita dalam kelompok ini umumnya temasuk produksi dari penjualan produk yang digunakan untuk kegiatan adat setempat seperti sesajen dan kue-kue yang di Bali merupakan kebutuhan sehari-hari.
Kelompok peserta ini menerima peralatan dan / atau pelatihan dari Yayasan IDEP, dan apabila dibutuhkan pinjaman tunai untuk perkembangan koperasi. Setelah pinjaman-pinjaman ini terbayar kembali, modalnya akan digunakan untuk meningkatkan cakupan proyek dan mendukung program perkembangan masyarakat lainnya. Sebagian kecil dari pemasukan juga ditempatkan untuk biaya proyek dan pengawasan.
|
 |
|
 |
| Apa yang saat ini Yayasan IDEP lakukan dengan program ini |
 |
| Pada tahap pertama dari program ini IDEP memberikan dukungan untuk pembentukan kelompok dan pelatihan dasar, meliputi memperkuat kemampuan produksi dari anggota kelompok. Pinjaman kecil diberikan kepada anggota koperasi untuk membeli peralatan kebutuhan produksi.
Saat ini beberapa koperasi sudah melunasi pinjamannya dan mempunyai dana untuk menginvestasikan kembali ke dalam program perkembangan masyarakat. Ada juga kelompok yang mengalami kesulitan dalam melunasi pinjamannya dan telah memohon perpanjangan waktu pembayaran. Sebagai tanggapannya Yayasan IDEP bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat dan anggota kelompok, telah membuat sebuah sistem baru untuk pembayaran kembali yang akan dikelola oleh kaum wanita sendiri. Sistem yang baru ini bekerja langsung dengan peserta koperasi dan memudahkan mereka untuk mengembangkan lebih jauh kemampuan pengelolaan finansial mereka.
Dalam beberapa kasus tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini memperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan lebih jauh juga diperlukan. Kemampuan yang lebih baik dalam pembukuan, pemasaran dan penyaluran produk dibutuhkan untuk meningkatkan keberhasilan program dan cakupannya. Yayasan IDEP sekarang bekerja untuk mengatasi kebutuhan ini dengan mengembangkan pemasaran yang lebih ekstensif dan program lokakarya pengelolaan usaha, dengan dukungan dari ahli kredit mikro setempat. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan rasa keterlibatan kaum wanita untuk lebih bertanggung jawab dalam menciptakan solusi yang sesuai untuk mengatasi tantangan mereka sendiri
|
 |
|
 |
| Tentang kelompok koperasi wanita perorangan |
 |
Koperasi pembuatan sesajen upacara di Tegal Jadi
Di sponsori oleh Karen Kingston School dari Space Clearing |
 |
| Kelompok ini termasuk 18 wanita yang bekerja sama untuk menjual sesajen tradisional yang digunakan untuk upacara dan perayaan agama Hindu. Sesajen dibuat dari daun kelapa, anyaman daun pandan, figur yang dibuat dari nasi dan bunga, yang kebanyakan dijual kepada masyarakat setempat. Bahan-bahannya biasanya didapatkan dari rumah-rumah mereka sendiri atau dibeli secara grosir di pasar-pasar setempat. Yayasan IDEP pada saat ini bekerja sama dengan spesialis kredit mikro setempat untuk membantu kelompok di Tega Jadi ini dalam memperluas jenis produk mereka, memperbaiki presentasi produk mereka dan mengembangkan hubungan dengan potensi pasar-pasar di luar komunitas mereka. |
 |
|
 |
Koperasi pembuatan kue Bali di Tegal Jadi
Disponsori oleh Karen Kingston School dari Space Clearing |
 |
| Koperasi ini beranggotakan 15 wanita yang menerima penghasilan Rp 10,000 – Rp 20,000 (US $1.20 -$1.40) per hari. Wanita-wanita ini membuat kue-kue tradisional Bali yang dijual untuk tujuan upacara dan kepada pemilik-pemilik warung di pinggir jalan. Kue-kue ini dibuat dari beberapa jenis tepung dan beras, gula aren dan pewarna makanan tradisional. Yayasan IDEP pada saat ini bekerja dengan ahli kredit mikro setempat untuk membantu kelompok di Tegal jadi ini dalam meningkatkan keragaman jenis produk mereka, memperbaiki pengemasan dan mengembangkan hubungan bisnis dengan potensi pasar-pasar di luar komunitas mereka. |
 |
|
 |
Koperasi Anyaman Bambu di Tanjung Titi
Diponsori oleh Gaia dan Andrew Grant |
 |
| Koperasi ini beranggotakan 20 wanita yang memproduksi anyaman bambu yang digunakan untuk upacara agama Hindu serta untuk penggunaan sehari-hari di setiap rumah. Keranjang-keranjang dan tatakan anyaman bambu ini kemudian dijual kepada masyarakat mereka sendiri. Melalui program ini kaum wanita bisa meningkatkan modal, mengembangkan strategi pemasaran yang baru, dan meningkatkan kemampuan produksi mereka.
Setelah program pelatihan dan sosialisasi selesai, Yayasan IDEP dengan bangga menyatakan bahwa peserta dari kelompok ini menyimpulkan bahwa lokakarya pelatihan yang mereka dapatkan telah memudahkan mereka untuk mengelola kegiatan koperasi mereka tanpa memerlukan dukungan finansial lagi. Pinjaman sepenuhnya telah dikembalikan ke Yayasan IDEP, dan dana ini sekarang tersedia untuk diinvestasikan kembali ke program perkembangan masyarakat yang lain.
|
 |
|
 |
Koperasi pembuatan sesajen upacara di Bajra
Diponsori oleh The Norwegian Students Group |
 |
| Koperasi ini beranggotakan 19 wanita yang bekerja sama untuk memproduksi sesajen tradisional Bali yang digunakan untuk upacara agama Hindu, perayaan dan ulang tahun pura yang merupakan kejadian rutin di Bali. Pada saat ini makin banyak kaum wanita di Bali yang bekerja di luar rumah dan terlalu sibuk untuk membuat sesajen sendiri, maka permintaan untuk produk dari kelompok ini terus meningkat. Sesajen ini dibuat dari daun kelapa, anyaman daun pandan, figur yang dibuat dari nasi dan bunga. Kebanyakan dari bahan-bahan yang digunakan bisa didapat dari rumah peserta ini sendiri atau (apabila dibutuhkan) dibeli secara grosir di pasar setempat.
Yayasan IDEP dengan bangga menyatakan bahwa peserta dari kelompok ini menentukan bahwa lokakarya pelatihan yang mereka dapat telah memudahkan mereka untuk mengelola koperasi mereka tanpa memerlukan dukungan finansial lagi. Pinjaman seluruhnya sudah dikembalikan ke Yayasan IDEP dan dana ini sekarang siap untuk diinvestasikan ke perkembangan masyarakat lainnya.
|
 |
|
 |
Koperasi Pembuatan Kue Bali di Bajra
Disponsori oleh Norwegian Students Group |
 |
| Koperasi ini beranggotakan 15 wanita yang membuat kue-kue tradisional Bali yang dijual untuk upacara dan kepada pemilik-pemilik warung di pinggir jalan. Kue-kue ini dibuat dari beberapa jenis tepung dan beras, gula aren dan pewarna makanan tradisional. Kebanyakan dari bahan-bahan yang digunakan bisa didapat dari rumah peserta ini sendiri atau (apabila dibutuhkan) dibeli secara grosir di pasar setempat.
Yayasan IDEP dengan bangga menyatakan bahwa peserta dari kelompok ini menentukan bahwa lokakarya pelatihan yang mereka dapat memudahkan mereka untuk mengelola koperasi mereka tanpa memerlukan dukungan finansial lagi. Pinjaman seluruhnya sudah dikembalikan ke Yayasan IDEP dan dana ini sekarang siap untuk diinvestasikan ke program perkembangan masyarakat lainnya.
|
 |
|
 |
Koperasi pengelolaan sampah masyarakat di Kutuh Kelod
Disponsori oleh Norwegian Student Group |
 |
Kaum wanita dalam kelompok ini adalah anggota dari kelompok PKK yang telah membentuk usaha mikro berdasarkan atas penjualan sampah daur ulang tertentu yang di kumpulkan oleh masyarakat mereka. Secara jelas program ini memberikan keberlangsungan solusi yang tepat guna dalam membantu mengatasi masalah pengelolaan sampah di Bali. Kegiatan koperasi ini telah menerima banyak perhatian dari media dan penghargaan dari pemerintah setempat sebagai usaha yang luar biasa oleh kaum wanita Bali dalam mengatasi masalah mereka sendiri.
Yayasan IDEP bermaksud untuk memperluas cakupan dari program ini dan membantu masyarakat lokal lainnya unruk mengembangkan usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti ini. Klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang usaha pengelolaan sampah masyarakat. |
 |
| Donor-donor lain yang juga telah mendukung perkembangan dari proyek ini: |
 |
Andrea Mangini - Adobe matching funds program
Brett Elliot
Joshua Smith
Lee Downey and friends
Nils Wetterlind
Ros Lovel
Toni Pollard
Zee Haag & friends - Tucson Gem Show |
 |
|
 |
| Terima kasih juga untuk Jan Miro’s dan teman-teman yang telah menyumbangkan banyak barang-barang yang dikirim ke kelompok wanita di desa-desa. |
 |
| Bagaimana Anda bisa membantu |
 |
| Apabila Anda berminat untuk mendukung pemasaran dan pelatihan bisnis managamen untuk koperasi wanita ini, silakan menghubungi program perkembangan masyarakat kami untuk mendapatkan keterangan lebih jauh atau buka langsung ke halaman sumbangan kami untuk menempatkan sumbangan anda. |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
 |
| • back to top • |