[email protected]

(+62) 361 9082983

Perempuan Memuliakan Benih untuk Kedaulatan Bersama

Pemuliaan benih lokal merupakan langkah awal untuk mewujudkan ketangguhan pangan masyarakat. Hadirnya benih lokal akan membantu petani dalam mengelola pertaniannya secara mandiri. Berbeda dengan benih hibrida yang tidak mampu menghasilkan benih baik di penanaman berikutnya. Terlebih benih hibrida merupakan produk yang diciptakan segelintir korporasi besar. Kehadirannya membuat petani bergantung pada keberadaan benih di pasaran. Melansir Mongabay, kondisi ini akan berakibat fatal bagi kedaulatan pangan negara.

 

Ibu-Ibu dari Donggala melakukan presentasi tentang aktivitas mereka selama berkebun (Photo: Irsan Laburante)

 

 

Memuliakan Benih untuk Kedaulatan Pangan

 

Ketergantungan dan terancamnya kedaulatan pangan menunjukan petani yang secara perlahan dipaksa untuk tidak mandiri. Posisi ini membuat petani semakin jauh dari sejahtera. Padahal Indonesia memiliki variasi benih yang melimpah. Bahkan benih lokal juga tergolong adaptif terhadap perubahan iklim dan ekologi, sehingga gagal panen akan bisa diminimalisir. 

 

 

Peserta dalam pelatihan pemuliaan benih (Photo: Irsan Laburante)

 

  

Maka dari itu, benih lokal perlu dilestarikan demi keberlangsungan lingkungan, petani, dan diri kita sendiri. Pemuliaan benih pun menjadi program Yayasan IDEP Selaras Alam dalam mewujudkan ketangguhan masyarakat. Program ini melibatkan peran perempuan khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan proses pemuliaan benih. Peran mereka sangatlah penting, karena sosok alaminya mampu menjaga tanaman dari benih hingga menjadi tumbuhan yang kokoh. Kedekatan emotif antara perempuan dan alam mampu melahirkan hubungan yang selaras. Begitu juga dengan kelembutan dan tanggungjawab perempuan yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh. 

  

 

Peran Perempuan dalam Upaya Memuliakan Benih

 

 

Melibatkan perempuan dalam program IDEP juga menunjukan pentingnya peran perempuan di masyarakat. Sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan pemulihan masyarakat pasca bencana di Sulawesi Tengah, IDEP bekerjasama dengan Lingkar Hijau melakukan pelatihan pemuliaan benih di 6 Desa: Jono Oge, Amal, Saloya, Taripa, Sumari, dan Kumbasa.

 

 

 

Ibu-Ibu sedang mendesain proyeksi kedepan tentang upaya pemuliaan benih (Photo: Irsan Laburante)

 

 

Sebagian besar peserta adalah perempuan yang sudah memiliki pengalaman dalam bidang pertanian. Maka dari itu, pelatihan ini diawali dengan sesi berbagi pengalaman mengenai proses bertani, dari pembibitan, panen, hingga pendistribusian. Setelah berbagi pengalaman, peserta diajak untuk belajar bersama melalui tayangan video tentang pentingnya pemuliaan benih.

 

 

Pemaparan materi tentang pemuliaan benih dari Lingkar Hijau (Photo: Irsan Laburante)

 

 

Melalui bekal yang diperoleh dari pelatihan memuliakan benih, peserta diajak untuk bersama-sama membudidayakan benih lokal. Selain demi keberlangsungan alam, kehadiran benih lokal juga berkontribusi pada kedaulatan keluarga. Maka dari itu, ibu-ibu dalam pelatihan ini akan menjadi petani-petani benih yang turut menjaga keberlangsungan benih lokal dan lingkungannya. (Gd)

 
 
 

Berlangganan Buletin IDEP

Berikan bantuan yang akan merubah hidup. 100% mendanai proyek amal.

 

 

IDEP Foundation | Helping People to Help Themselves

IDEP Foundation | Yayasan IDEP Selaras Alam
Membantu Masyarakat Mandiri
Br. Medahan, Desa Kemenuh, Sukawati
Gianyar - Bali
Telp. +62 361 9082983

 

 
 
 

 

IDEP di Instagram